About Me

Foto Saya
Keindahan adalah kekuatan, ketulusan hati adalah pemurninya, senyum adalah jalannya, nasehat adalah kekayaannya, persahabatan adalah dunianya, dan cinta adalah alamnya.. yang penting happy.. berani enjoy!

Time

Sabtu, 19 Mei 2012

SMPN 1 Wonosobo

     Ini suatu kisah yang saya alami selama di SMPN 1 Wonosobo. Nama saya Fahmi Bagaskara Perdana, saya lahir di Surabaya tanggal 20 Juli 1996. Selama di SMPN 1 Wonosobo, saya masuk di kelas 7F (?), 8D (D’ Glow Of Alexandria), 9E (?). Semua cerita ini berawal saat MOS.
     Saat MOS dilaksanakan, saya disuruh membuat denah ruang SMPN 1 Wonosobo, membuat cara membikin mie ongklok, pakai topi pot beserta balon, dan hal-hal lain yang tidak berguna. Waktu itu ada berbagai macam games, diantaranya ; disuruh bikin lingkaran terus cinta-cintaan gitu apalah itu, mungkin nama gamenya cenat-cenut, dan waktu itu gue korbannya, serta berbagai macam permainan yang lain. Akan tetapi salah satu game yang paling berkesan yaitu di saat bermain kucing-kucingan apa apalah itu. Ada seorang anak laki-laki yang berbulu datang menumui saya. Dia ikut bergabung bermain dengan saya, dia mengangkat teman saya sambil senyum-senyum gitu, dan saya tidak tahu apa maksud senyumannya itu. Pikir saya “Siapa dia gerangan?”, saya berfikir dan berfikir, akhirnya saya bosan memikirkan apa yang saya pikir, saya terus berkenalan dengan dia, dan nama dia adalah A’alim Syafik. Dia seseorang yang bermimpi menjadi raja di Mesir, seperti Leonidas. Setelah MOS berakhir, saat itu saya mendengar suara yang tidak asing lagi, yaitu Pak Tekno. Beliau mengumumkan bahwa kami disuruh berkumpul di halaman SMPN 1 Wonosobo saat itu juga. Saya sangat lelah. Ternyata beliau mengumumpakan bahwa ada seseorang yang mendapat juara saat MOS, dan saya hanya bisa berkata "WAW!". Pak Tekno berkata sekali lagi, bahwa ada yang mendapat gelar putri terjudes di SMPN 1 Wonosobo dan dia disuruh maju ke depan. Saat itu juga saya berkata "Siapa dia?", tidak lama kemudian majulah sosok perempuan, saya melihat dengan cermat sekali, dan ternyata dia mantan pacar saya. Astaga.

     Setelah pembagian kelas, saya dan Alim masuk kelas 7F, dari situlah saya bersahabat dengan dia. Saat kelas 7, anak-anaknya itu semuanya menerapkan politik memusuhi, kalo bahasa jawanya sih nyengeli. Suasana pun sangat tidak nyaman, banyak sekali tingkah-tingkah yang tidak membangun karakter siswa saat itu. Banyak kasus di mana-mana, dan banyak juga guru di mana-mana. Di kelas 7F, saya bertemu banyak teman, dan mereka itu spesis yang aneh. Opek Nor Adha itulah namanya, dia hobinya bercerita dan sangat menjiwai sekali. Hingga suatu hari, dia lagi bercerita ke saya, dia lagi sangat berekspresi waktu itu, dan saat mengungkapkan ekspresinya, dia menendang pot di samping saya. Pot itu melayang hingga ke kelas 7E, dan saat itu Bu Puji melihatnya. Tatapanya sinis sekali, dan sangat tajam menatap ke saya dan Opek, akhirnya saya dan Opek terkena hukuman disuruh membuat pernyataan  disertai tandatangannya Pak Tekno.

     Semester satu pun berlalu. Di semester dua, suasananya sudah sedikit terkendali, politik-politik yang tidak bermutu itu telah tidak diterapkan lagi. Guru-guru yang pernah masuk di kelas 7F pernah bercerita, bahwa di kelas 7F itu angker, pernah terjadi penampakan, dan rata-rata anak-anak yang ada di kelas 7F itu anak yang nakal semua. Pikir saya “Yaiyalah angker, kan ada kuntilanak (itu teman saya)”. Saya punya teman ya satu kelas sama saya, dia cewek, ciri-cirinya terletak pada rambutnya yang panjang banget, dan tertawanya yang seperti setan kesurupan itu. Saya juga punya teman yang bernama Haris, sering dipanggil si boy, dia juga makhluk aneh. Tapi mereka semua teman saya.

     Saat persami di sekolah, saya menjadi ketua regu banteng dan Alim menjadi wakilnya. Saat games berlangsung, itu sangat mengasyikan, dan melelahkan. Permainannya itu aneh-aneh, ada yang disuruh nyusun tali, menggambar, gotong royong, berkubang, dan lail-lain. Semua permainan itu hanya untuk mempertahankan 1 telur dengan harga 10 ribu. Telur tersebut tidak boleh pecah, dan harus dapat tanda tangan DP. Saat itu saya berjuang agar regu saya bisa menang. Tibalah penentuan hasilnya, regu saya berhasil mendapatkan peringkat 6 dari 100 regu. Yang 92 regu ada di imajinasi saya.

     Kelas 7 pun berlalu, dan saat itu pembagian kelas dimulai lagi. Saya masuk kelas 8D, Alim juga ikut-ikutan masuk kelas 8D dan Amel pun juga ikut-ikutan masuk kelas 8D. Suasana di kelas 8D saat itu sangat tidak nyaman, ya biasalah baru pembagian kelas. Akan tetapi suasananya bisa cepat kembali nyaman, tidak seperti kelas 7. Di kelas 8D, saya bertemu berbagai macam teman, ada yang pintar nyanyi (Citra), pintar main alat musik (Iko, Rino, dll), pintar tertawa seperti setan (Tidak perlu disebutkan), pintar main macanan (manusia bulu), pintar teriak gara-gara cicak (Avri), dan berbagai macam kepintaran lainnya.

     Yorif, biasa dipanggil gitu. Saya mengajak dia bergabung dengan saya dan Alim. Dan akhirnya kami menjadi sahabat hingga sekarang. Di kelas 8 itu sangat menyenangkan menurut saya, karena saya bisa menemukan berbagai macam teman, dan sahabat.

     Gara-gara gelang PB, saya bisa lebih mengenal anak cewek yang bernama Farah Kurnia Azmi, dia biasa dipanggil Farah. Dia baik hati, dia salah satu sahabat saya hingga sekarang. Saya sering curhat ke dia, dan dia juga selalu memberi solusi yang baik buat saya. Ada satu nasihat dari dia yang tidak akan saya lupakan. Tapi kadang-kadang dia juga aneh sih. Ya tapi gitulah dia.

     Sejak saya bersahabat dengan Alim dan Yorif, kami di kelas 8 selalu bersama saat senang maupun duka. Ada makanan khas kami saat di kelas 8, yaitu cireng. Ada juga permainan tradisi kami saat di kelas, yaitu macanan. Saya sering kalah kalau main macanan dengan Alim, tapi saya tidak kehabisan akal, saya membuat jalur rahasia yang dia tidak tahu, akhirnya ketika saya sedang tanding main macanan dengan dia, saat saya terdesak saya menggunakan jalur rahasia tersebut, dan akhirnya saya tidak jadi kalah deh. Ada juga tradisi saya dan Yorif, yaitu merusak korsi di brownies warnet dan itu sangat menyenangkan. Ada juga ciri-ciri dari kelas 8D, yaitu tertawanya. Ada beberapa teman saya yang sering adu tawa, yaitu Amel, Sovi, dan Avri. Bayangin coba, setiap hari, mereka kalau di kelas adanya tuh kontes tertawa. Hingga saya bosan dengan tertawaan mereka, saya akhirnya membuat cerita yang berjudul “Kuntilanak Kesurupan”.

     Adinda Dewi Arum Mukti, panggil saja Dinda. Dia baik, saya kagum dengan dia, dia itu seperti paranormal. Dia pernah nangis di kamar mandi. Dia mempunyai berbagai macam cerita yang berkaitan dengan hantu, dan saya sangat suka cerita horor. Di malam hari saya pernah diceritakan tentang hantu yang selalu menampakkan diri di depan dia. Ada berbagai macam hantu yang dia ceritakan. Ini beberapa ceritanya, saat itu dia sedang tidur, tiba-tiba ada tangan besar merangkul pundaknya, saat itu juga saya melihat kanan kiri saya barangkali ada setan yang ngerangkul saya dan saat itu saya tidak bisa tidur karena terbayang-bayang oleh hantu. 5 menit berlalu, saya pun tertidur juga karena saat itu saya ketiduran. Masih banyak lagi cerita dari dia. Karena saya begitu kagum dengan cerita-ceritanya, akhirnya saya membuat cerita horor tentang dia yang berjudul "Misteri Dibalik Film Horor", “Dinda Yang Tertukar”.

     Di kelas 8 itu sangat menyenangkan, banyak kejadian yang mengasyikan dan ada yang menyedihkan juga, yang menyedihkan saya tidak akan menyeritakannya.

Waktu itu ulangan PKN, Alim tidak berangkat sekolah saat itu karena sesuatu hal yang tidak masuk akal. Saya dan Yorif duduk di depan sendiri, di depan guru. Saya dan Yorif saat itu sangat asyik sekali berimajinasi tentang kelakuan Alim yang konyol, dan kami tertawa terbahak-bahak, padahal teman-teman lagi berpikir keras mengerjakan ulangannya. Hingga Bu Harti bilang “5 menit lagi”, saya bilang ke Yorif,
     “Ha? Sekarang ulangan po?” tanya saya.
      “Hooh mboan,” jawab Yorif. Terus saya dan Yorif langsung tertawa lagi.
      “Sekarang ulangan, 5 menit lagi harus dikumpulin!” saut Bu Harti. Habis itu saya dan Yorif gila-gilaan mengerjakannya, dan akhirnya nilainya juga gila. Saat ulangan susulan, nilainya Alim juga ikut-ikutan gila. Biasalah, kekompakan sejati.

     Ada satu matapelajaran yang mengadakan ulangan sangat konyol saat kelas 8, yaitu PKK. Saat ulangan PKK, murid SMPN 1 Wonosobo jawabannya harus sama persis seperti di LKS, jika tidak sama maka jawaban itu salah. Ini adalah kejadian saat ulangan PKK yang tidak akan saya lupakan. Saat itu ulangan PKK diadakan pagi hari jam 8, saat itu ada soal tetapi saya lupa soalnya, dan saat itu saya tahu jawabannya, akhirnya saya tulis semua jawabannya. Saya tulis panjang sekali dengan tulisan yang sangat-sangat bagus dan saya yakin bahwa jawaban itu pasti benar, tapi fakta berkata lain ternyata jawaban saya salah. Ada juga soal yang tidak saya mengerti maksudnya dan jawabannya saat itu, akhirnya saya menjawab soal itu dengan tulisan cakar ayam yang sangat keji sekali, yang lebih tepatnya saya hanya menjawab dengan tulisan sandi rumput yang saya juga tidak tahu apa itu artinya, dan saya yakin sekali bahwa jawaban itu salah, akan tetapi fakta juga berkata lain, jawaban saya ternyata benar. Saya sungguh sangat-sangat heran dengan hasil ulangan tersebut. Dan saya mengambil kesimpulan, bahwa jika ulangan PKK, lebih baik menulis dengan kata sandi rumput saja agar jawabannya benar. “Misteri dibalik PKK”

     Saat persami yang terakhir di sekolah, saya tukaran pangkat dengan Alim, saya menjadi wakil, Alim yang menjadi ketua regunya, dan waktu itu kami menjadi regu singa. Permainannya juga tidak jauh gila dari persami saat kelas 7. Akan tetapi ada satu permainan yang baru di saat itu, yaitu regu kami disuruh menghitung ikan yang masih hidup dan ada anak-anaknya pula di kolam. Waktu itu saya tidak kehabisan akal, saya hitung itu ikan dari sisi kiri pojok yang atas ke arah kanan, terus saya hitung lagi dari sisi kiri pojok atas ke arah bawah, lalu saya kali deh. Dan ada satu permainan yang paling saya benci, yaitu berkubang. Gila banget tuh permaian seperti yang bikin. Akhirnya waktu penilaian tiba, regu kami mendapatkan tepuk tangan yang meriah, kami senang sekali, pikir kami regu kami mendapat peringkat pertama, akan tetapi kami tetap mendapat peringkat 6 lagi seperti kelas 7. Dan hasil itu membawakan regu kami menjadi regu bertahan. Satu kejadian yang misterius saat persami yaitu saat malam hari teman saya yang bernama Safero (pacarnya Inka) mengatakan “Hatiku lemah! Jangan lakukan itu!” saat dia disuruh pergi ke tempat yang gelap. Hina sekali.

     Saat piknik, kami ada disatu bus yang sama. Kami berangkat dari Wonosobo sore hari, sampai Jakarta Pagi hari. Di Jakarta, kami bisa sangat bersenang-senang dan itu ada buktinya. Waktu kami lelah habis bersuka riya, teman saya yang bernama Arifianto Islami, biasa dipanggil Artul, dia berkata “Mandi bersama!”, itu perkataan yang sangat banget. Setelah selesai pikniknya, kami pulang ke Wonosobo. Hari itu pun tiba, yaitu masuk sekolah. Bayangin, dari sekian ratus spesies yang aneh di kelas 8, sepatu mereka hampir sama semua, item merah, item ijo, item putih, item kuning. Saya jadi heran waktu itu, dan kejadian itu menjadi bahan tertawaan buat saya, Alim, dan Yorif.

     Oh iya, di kelas 8, saya menemukan satu pasang guru teraneh yang belum pernah saya jumpai selama ini. Pak Wahono, biasa dipanggil Vimbo, dan Bu Marwati, biasa dipanggil Preketek. Vimbo itu sosok yang unik deh, sangat unik malah. Ini kejadian rutin saat Vimbo masuk di kelas 8D,
     “Ini pelajaran saya ya?” kata Vimbo.
     “Bukan!” teriak anak-anak.
     “Ah, mosok?” tanya Vimbo.
     “Dibilangin gak percaya!” teriak anak-anak.
     “Ah, gak bolo!” jawab Vimbo.

     Aduh gila deh, kadang-kadang saya kasian sama itu guru, tapi apa boleh buat, dia buat hiburan, hingga saya menulis cerita tentang dia yang berjudul Yunani 2011, Tawuran Internasional, Survival, dan lain-lain. Sebenarnya saya banyak dosa sih dengan dia, tapi bukan cuma saya, teman-teman saya juga banyak dosa dengan dia.

     Waktu begitu cepat berlalu, saya naik kelas 9. Pembagian kelas pun diadakan lagi, saat itu saya yakin bahwa saya, Alim, dan Yorif bakal sekelas lagi, tapi fakta berkata lain, kami berada di kelas yang berbeda, saya di kelas 9E, Alim di kelas 9D, dan Yorif di kelas 9G. Biasalah, awal-awal di kelas 9 suasananya tidak menyenangkan, akan tetapi tidak lama. Di kelas 9 saya juga banyak menemukan berbagai macam teman, ada juga yang sering ketawa sendiri, sebut saja Alya, dia unik. Saya jadi heran, banyak sekali tertawator di SMPN 1 Wonosobo, jika saya menjadi ketua OSIS saat itu, saya akan mengadakan lomba duet tertawa termerdu. Di kelas 9 saya menjadi juara lomba kali grafi, saya sangat senang sekali. Saya menang saat itu karena pesertanya hanya 2 orang. Dan tim saya menjadi juara basket di Wonosobo, dan tidak pernah kalah. Alhamdulillah.

     Saat di kelas 9, saya, Alim, dan Yorif sempat mengadakan survival di berbagai tempat, akan tetapi terheboh hanya di sungai serayu. Kami membawa bekal korek. Saat perjalanan menuju sungai serayu, banyak sekali hamparan jagung, dan akhirnya saya ambil saja. Saat itu cuacanya cerah, dan aliran airnya saling berkejar-kejaran  seperti dikejar pocong. Awal kaki menginjak air sungai yang paling-paling sangat kecil alirannya, Alim terjatuh dengan bangganya, dan kami pun tertawa dengan rasa senang. Tibalah saat pembakaran jagung, kami berbagi tugas. Saya dan Yorif bertugas mengumpulkan ranting kering, dan Alim yang membuat apinya. Saat api menyala dengan sekecil-kecilnya, kami pun langsung membakar jagung tersebut. Kami menunggu dengan sabar, dan akhirnya apinya pun mati, serta jagungnya belum matang sama sekali. Akan tetapi saat kami melihat keadaan jagung yang tragis tersebut, ada satu jagung yang bersinar saat itu. Saat kami melihat dengan seksama, ternyata jagungnya Alim gosong tidak karuan, dan kami pun tertawa lagi. Kami pun frustasi gara-gara jagung, dan akhirnya kami makan aja itu jagung, dan itu sangat keras sekali, pahit, dan tidak menyenangkan. Akhirnya kami lempar itu jagung ke sungai.

     Kami pun melanjutkan perjalanan. Batu demi batu kami lewati, dan lumut demi lumut kami lompati, dan akhirnya giliran saya terjatuh, itu sangat sakit. Tibalah kami di suatu petak misteri di dekat air terjun, dimana itu Yorif selalu mendapat sial. Di sana, ia jatuh bangun berulang kali dan hanya di satu tempat yang sama.
     “Ref, iki tempat siale d.e, ati-ati engko gigal maneh,”
     “Meneng lah d.e!”
     Dan akhirnya Yorif pun terjatuh lagi, dan itu sangat menyenangkan untuk dilihat. Hujan pun tiba, kami bergegas pulang dengan melewati medan yang begitu sulit, karena kami tidak tahu jalan pulangnya.

     Selain itu banyak juga kejadian yang aneh-aneh dan juga menyenangkan. Waktu itu saya sempat menghitung daun gara-gara galau, dan ditemani Alim. Ada satu kejadian saat di kelas 9 yang saya tidak akan lupa dan itu sangat tidak masuk akal, itu ada sangkut pautnya dengan daun (P,R,N), kejadian itu selalu bikin saya tertawa. Dan di kelas 9, saya juga lebih mengenal Rani. Dia baik orangnya, murah senyum (hehehe). Dia juga sahabat saya.

     Waktu itu ada guru baru, yaitu Bu Dian, Pak Karno, dan lain-lain. Bu Dian itu orangnya tegas, dan baik. Pak Karno itu ahli bahasa banget, tapi mukanya lucu. Ada kejadian yang tidak akan saya lupakan, yaitu saya pernah main bola, terus telat masuk kelas waktu pelajarannya Bu Dian, akhirnya saya kena marah Bu Dian, akan tetapi kejadian itu membuat saya dan Bu Dian menjadi saling mengenal. Ini ungkapan saya tentang beberapa guru-guru di SMPN 1 Wonosobo,
     Bu Dian itu guru bahasa inggris, beliau seperti ibu saya sendiri. Beliau baik sekali dengan saya, dan sering sekali memberikan motivasi buat saya, memberikan nasihat buat saya.
     Bu Anisetyati, beliau guru matematika, beliau guru yang galak, pemarah, sangar, serem deh pokoknya, akan tetapi niatnya beliau baik, yaitu agar kita semua sukses.
     Bu Mastuti, beliau guru PKN, beliau guru yang suka menggosip “Lo tau gak? 4 anak di WC, ngapain coba?”, hobi sekali beliau kalau mendongeng, tapi asyik juga ceritanya.
     Ada juga Pak Sentot, beliau tidak beda jauh dengan Vimbo. Dan masih ada banyak sifat guru-guru di SMPN 1 Wonosobo, yang tidak lain yaitu ingin muridnya jadi sukses.

     Di kelas 9, saya dan kawan-kawan dituntut habis-habisan biar belajar dan mendapatkan nilai yang terbaik. Banyak juga kegiatan-kegiatannya, yaitu les sekolah, les luar sekolah, try out, ujian praktik, ujian sekolah, dan ujian nasional. Di sela-sela itu saya juga masih bisa bersenang-senang dengan teman-teman. Ternyata saya dan Yorif adalah saudara, dan Pak Kholemi juga ikut-ikutan jadi saudara. Kami baru tahu gara-gara cerita dari saudara kami. Saat les tambahan di sekolah ada sesosok anak bernama Okta, ia masuk neraka gara-gara soal yang dibuat Pak Karno. Saya dan Yorif sangat senang melihat Okta masuk neraka, akan tetapi kami juga terbawa masuk neraka saat itu karena kami juga salah menjawab soalnya. Dan itu sangat menyenangkan.

     Setelah semua ujian berakhir, kami semua melanjutkan sekolah ketaraf yang lebih tinggi, dan kami ditahap ini benar-benar akan berpisah, kami akan pergi ke sekolah yang berbeda. Saya sebenarnya sedih, apakah akan berakhir dengan mudah begini persahabatan yang dibangun selama 3 tahun? Apakah saya harus memulai dari 0 lagi untuk menemukan sahabat seperti mereka? Akan tetapi, ini hal yang baik, karena kita akan menempuh jalan masing-masing, yang menuntun kita ke dalam jalan kesuksesan.

     Saya akan selalu mengingat kalian. Semoga kalian juga mengingat saya. Semoga pada saat wisuda nanti, itu adalah moment yang paling baik selama 3 tahun ini. Amin. ^^


ok... detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario... eyo... baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu

saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
that was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history

bergegaslah, kawan... tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat... kita untuk slamanya!

satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan

saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi... (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan... kau tahu, kawan... kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar